Total Tayangan Halaman

Sabtu, 22 November 2014

Tunjangan Bahaya Radiasi bagi pekerja radiasi medik dalam kedudukan kesetaraan hukum dan ketidakadilan

Print Friendly and PDF
T
unjangan Bahaya Radiasi bagi pekerja radiasi hingga saat ini tetap menjadi persoalan yang dinamis untuk dibicarakan selalu saja ada persoalan yang memprihatinkan dan tidak seragam penyelesaiannya. Banyak interpretasi yang beragam menyebabkan ketidakpastian akan nasib para pekerja radiasi ini. Apalagi dengan pemberlaluan otonomi daerah semakin beragamlah persoalan TBR untuk pekerja radiasi di daerah. Sejak diberlakukannya UU no 32 tahun 1999 yang kemudian disusul dengan UU no 32 tahun 2004 mengenai Pemerintahan Daerah yang secara subtansial memberikan otonomi kepada daerah provinsi dan kabupaten serta pemerintahan kota suatu kewenangan serta otonomi yang lebih luas dibandingkan dengan era sebelumnya. Sesuai pasal 1 ayat 2 UU no 32 tahun 1999, yang dimaksud Pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dan sesuai pasal 1 ayat 5 yang dimaksud Otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Ketika terbit surat edaran mengenai Penjelasan atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-26/PB/2006 tentang Tata Cara Pembayaran Tunjangan Umum bagi Pegawai Negeri Sipil, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Anggota  Tentara Nasional Indonesia , terdapat beberapa hal yang menyangkut Keppres no 48 menjadi tidak seragam lagi pengaturan pemberiannya antara PNS, Polri maupun TNI. Demikian juga mengenai TBR pada PNS dilingkungan Polri dan TNI tidak dijelaskan pada surat edaran ini sehingga juga dapat terjadi misinterpretasi.

Selain ketidakpastian aturan pemberian TBR terhadap PNS di daerah yang berbeda-beda yang terjadi dikarenakan adanya persepsi yang berbeda menyikapi peraturan tentang TBR ini, terutama diakibatkan dengan Undang-undang otonomi daerah tersebut diatas. Beberapa ketidakadilan dalam penerbitan Keppres 48/95 tersebut ternyata juga menjadi kajian ilmiah yang menarik untuk disimak. Tulisan ini saya buat bukan untuk mempersoalkan siapapun atau lembaga manapun namun lebih kepada persoalan mengenai keprihatinan terhadap nasib pekerja radiasi yang telah berjuang mengorbankan kesehatannya demi banyak orang meskipun tahu akan akibatnya sementara banyak pihak, bahkan pemerintah yang tidak memberikan reward yang layak untuk pengorbanan tersebut sebagai kompensasi atas resiko bahaya yang disandang pekerja radiasi. 

Persoalaan subtantif 

Sejak diterbitkannya Keppres 48 /1995 ternyata dilihat dari kacamata hukum sudah menunjukkan ketidakadilan sehingga terjadi pelanggaran keadilan bagi pekerja radiasi khususnya swasta silahkan anda simak tulisan ilmiah berupa tesis saudara Kartamihardja, Achmad Hussein Sundawa (2007) PELANGGARAN KEADILAN DALAM PEMBERIAN TUNJANGAN BAHAYA RADIASI BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL BIDANG KESEHATAN. Masters thesis, Unika Soegijapranata. Temuan kajian hukum yang ada mengenai perlakuan atas produk hukum ternyata tidak mencerminkan keadilan Berikut ini uraian tulisannya : Hukum diperlukan dan bertujuan untuk melindungi kepentingan seseorang dan menghormati kepentingan dan hak orang lain serta tidak bertentangan dengan asas keadilan. Rumusan keadilan menurut Teori keadilan Rawls adalah kebebasan dasar bagi semua orang dan ketidaksamaan harus diatur untuk memberikan keuntungan bagi setiap orang yang paling tidak beruntung serta semua posisi dan jabatan terbuka bagi semua orang. TBR berdasarkan Keppres RI No. 48 tahun 1995 diberikan kepada PNS pekerja radiasi yang bekerja hanya di sarana kesehatan Radiologi, sedangkan PNS lain, walaupun sebagai pekerja radiasi tidak mendapatkan TBR. Kesimpulan. Keputusan Presiden RI No. 48 Tahun 1995 telah melanggar asas keadilan khususnya keadilan distributif, karena telah melakukan keberpihakan pada PNS yang bekerja di Bagian Radiologi saja dan melanggar tujuan hukum yaitu tidak memihak dan melahirkan ide persamaan dalam perlakuan. Pemberian TBR dapat memenuhi asas keadilan khususnya Teori Keadilan John Rawls, jika TBR tersebut diberikan kepada setiap warga negara pekerja radiasi tidak dibatasi status PNS dan tempat bekerja tetapi berdasarkan paparan radiasi yang diterima.

Bagaimana dengan pekerja radiasi  Swasta ? 

Setelah pekerja radiasi swasta tidak terakomodasi dan tidak mendapatkan tempat di Keppres 48/1995. Departemen Kesehatan mencoba mengeluarkan surat edaran   tertanggal 12 April 1999 No. HK.OO.SJ.SE.V.0822. Namun persoalan payung hukum ini hanyalah himbauan tidak dapat mengatur sepenuhnya pihak RS swasta dan jika dicermati mempunyai kelemahan antara lain : 

Bahwa yang menjadi dasar hukum adalah  : Kepres No. 48 Tahun 1995 tentang Tunjangan Bahaya Radiasi Jo Surat Edaran Departemen Kesehatan RI tertanggal 12 Apri l 1999 No. HK.OO.SJ.SE.V.0822. tidak dapat digunakan untuk persoalan TBR di lingkungan swasta karena badan hukum  RS swasta adalah badan hukum privat sementara RS pemerintah adalah badan hukum publik.

Badan hukum dibedakan dalam dua bentuk :
Badan Hukum Publik ( Publik Rechts Person )
Badan Hukum Publik (Publiek Rechts Persoon) adalah badan hukum yang didirikan berdasarkan publik untuk yang menyangkut kepentingan publik atau orang banyak atau negara umumnya. Dengan demikian badan hukum publik merupakan badan hukum negara yang dibentuk oleh yang berkuasa berdasarkan perundang-undangan yang dijalankan secara fungsional oleh eksekutif (Pemerintah) atau badan pengurus yang diberikan tugas untuk itu, seperti Negara Republik Indonesia, Pemerintah Daerah tingkat I dan II, Bank Indonesia dan Perusahaan Negara.
Badan Hukum Privat ( Privat Rechts Person )

Badan Hukum Privat (Privat Recths Persoon) adalah badan hukum yang didirikan berdasarkan hukum sipil atau perdata yang menyangkut kepentingan banyak orang di dalam badan hukum itu. Dengan demikian badan hukum privat merupakan badan hukum swasta yang didirikan orang untuk tujuan tertentu yakni keuntungan, sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan lain-lain menurut hukum yang berlaku secara sah misalnya perseroan terbatas, koperasi, yayasan, badan amal.

Bahwa Keppres No. 48 Tahun 1995 dan diberlakukan hanya bagi Pegawai Negeri Sipil yang bergerak dibidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat dan tidak diberlakukan bagi Pelayanan Kesehatan Masyarakat dibidang Swasta ;

Bahwa berdasarkan Keppres No. 136 Tahun 1999 tentang kedudukan, tugas , fungsi , susunan organisasi dan Tata Kerja Departemen, maka Surat Edaran Departemen Kesehatan RI tertanggal 12 April 1999 No. HK.OO.SJ.SE.V.0822 tidak dapat diberlakukan karena RS Swasta tidak berada di lingkungan Internal Departemen Kesehatan.  

Bagaimana dengan Peraturan Presiden no 138 tahun 2014 yang terbaru yang menggantikan Keppres 48/ 1995 ?. Tampaknya untuk pekerja radiasi swasta masih belum mendapat tempat di perundang-undangan pemerintah. Untuk memperjuangkannnya perlu jalan panjang negosiasi dengan baik, kinerja yang meyakinkan akan sangat membantu mewujudkan impian menyetarakan TBR sesuai PNS. Telah banyak Rumah Sakit swasta yang menyesuaikan dengan TBR sesuai Keppres 48/95. Semoga pada kesempatan mendatang rumah sakit swasta dapat mengerti dan menyesuaikan tunjangan sesuai PP no 138/ 2014 tersebut, terutama dimulai dari  RS type B yang investasi radiologinya berupa asset yang nilainya mencapai milyaran rupiah.

Keputusan mengenai TBR untuk pekerja radiasi medik seharusnya mencakup siapapun yang terlibat dalam tugas yang berhubungan dengan penggunaan radiasi medik tidak terbatas pada PNS di instalasi radiologi atau di pendidikan namun juga mencakup PNS di instalasi radiasi medik lainnya serta di lembaga negara yang lain. Demikian juga keputusan yang dibuat semestinya mencakup kepentingan pekerja radiasi medik swasta seperti juga pada pemberian penghargaan sertifikasi guru yang menyangkut guru PNS maupun swasta. Perlu diingat akibat berbahaya radiasi tidak pernah membedakan terjadi di instalasi pemerintah ataupun swasta. Salam 


Sumber :  
  1.  Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesi P U T U S A N No. 607 K/Pdt / 2004 ( Mengenai sengketa Kasus TBR RS Swasta dan RS Swasta di Bandung hingga tingkat Kasasi di Mahkamah Agung) 
  2. Surat Edaran DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN, Nomor : S-6053/PB/2006 ( Mengenai tunjangan umum PNS yang berkaitan dengan TBR ) 
  3. Kartamihardja, Achmad Hussein Sundawa (2007) PELANGGARAN KEADILAN DALAM PEMBERIAN TUNJANGAN BAHAYA RADIASI BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL BIDANG KESEHATAN. Masters thesis, Unika Soegijapranata

Ketika saya memperjuangkan TBR di RS swasta dulu , jalan sangat berliku namun semuanya telah dinikmati kini. Jika ingin berdiskusi lebih lanjut silahkan mengisi komentar dibawah ini ataupun bisa menghubungi email saya di alamat : bertosumedi@gmail.com . Terimakasih atas kesediannya membaca tulisan ini.


Refleksi keprihatinan ini saya tulis disela-sela waktu penyusunan dan pengolahan data hasil penelitian Tesis S2 Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat konsentrasi Administrasi Rumah Sakit Universitas Diponegoro Semarang, Nopember 2014.Semoga manfaat 






x

76 komentar :

  1. Mas Tri Wijoko di Kalimantan Surat Edaran Departemen Kesehatan RI tertanggal 12 April 1999 No. HK.OO.SJ.SE.V.0822 yang dibutuhkan sudah saya kirim ya, semoga manfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. mas boleh minta surat edarannya juga mas

      Hapus
    2. email saya Radiologi16062010@yahoo.com

      Hapus
    3. Salam kenal, boleh minta surat edaran sama surat putusan MA nya pak? Terimakash ke alamat odim.mohammad156@gmail.com

      Hapus
  2. Pak,Sumedi..filenya udah saya terima. terimakasih banyak atas suportnya. semoga saya dan teman2 disini bisa memperjuangkan TBR..

    BalasHapus
  3. Sama-sama mas Kurniawan Yasir, smoga sukses ya

    @ Buat teman-teman yang lain yang inginkan file-file diatas silahkan melalui kolom komentar ini dengan memperkenalkan nama dan institusi yang jelas ya , terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. nama saya rozaq pak dari RS mitra sehat medika boleh saya minta filnya juga alamat email saya rozaqilmiutama@yahoo.co.id

      Hapus
    2. Mas Rozaq. sudah saya kirimkan ya , smoga manfaat. Untuk sebuah niat baik , tak pernah ada jalan tertutup, upayakan terbukanya peluang dan untuk itu teruslah berjuang, salam

      Hapus
  4. Salam kenal dari saya RS Hanau, Kabupaten Seruyan Kalteng

    BalasHapus
  5. salam kenal pak, Mari kita perjuangkan hak radiografer pak,, mau tanya pak klu yg sekarang kan tbr diganti dengan perpres 138 th 2014, itu bagaimana pak.....? ma2f mengganggu pak

    BalasHapus
  6. Akan berlaku jika sudah ada Petunjuk Pelaksanaannya dari Pemerintah

    BalasHapus
  7. Selamat sore pak, kami ingin mengajukan tbr juga pak, boleh saya minta Surat Edaran Departemen Kesehatan RI tertanggal 12 April 1999 No. HK.OO.SJ.SE.V.0822 pak?
    Emali saya azizdwisetiyanto@gmail.com
    Terimakasih sebelumnya.

    BalasHapus
  8. ass, slam kenal nama saya fariz boleh share infonya ke alamat farizmz20@gmail.com

    BalasHapus
  9. @ Buat teman-teman yang lain yang inginkan file-file diatas silahkan melalui kolom komentar ini dengan memperkenalkan nama dan institusi yang jelas ya , terimakasih

    BalasHapus
  10. Kami ingin mengajukan TBR pak, boleh saya minta soft copy Surat Edaran Departemen Kesehatan RI tertanggal 12 April 1999 No. HK.OO.SJ.SE.V.0822 pak? karena yang saya punya hanya foto dari surat edaran tersebut sehingga tidak jelas untuk dicetak.
    Email saya beniamr08@gmail.com
    Terima kasih sebelumnya

    Salam Sejawat

    Radiografer RSK Ngesti Waluyo Parakan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih dik Beni atas kunjungannya, gambar JPEG sudah saya kirim yang lebih jelas dan saya tambah beberapa file yang mungkin manfaat untuk anda, silahkan diunduh ya, selamat berjuang

      Hapus
  11. Kami radiografer dari RS MH Thamrin Purwakarta, mohon untuk di emailkan file surat edarannya pak bertold, agar mmeperkuat kami dalam pengajuan TBR. alamat email saya atroboy.subarkah84@gmail.com
    terimakasih banyak atas bantuan bapak. sebelumnya kami ucapkan terimakasih.

    BalasHapus
  12. Terimakasih kunjungannya ya dik Subarkah, silahkan buka email anda ya semoga data yang ada pada saya membantu, salam perjuangan

    BalasHapus
  13. Nice Share pak Bertold. Boleh kami minta soft copy Surat Edaran Departemen Kesehatan RI tertanggal 12 April 1999 No. HK.OO.SJ.SE.V.0822 pak?. Karena kami ingin mengajukan penyesuaian nilai TBR sesuai perpres no.138 / 2014. Kalau ada dokumen pendukung lain seperti contoh perhitungan dan penilaian tingkat resiko bahaya radiasi juga boleh di share pak ke alamat email saya : rochmad.setiawan@gmail.com

    Terimakasih Banyak,

    Radiografer RS Awal Bros Batam

    BalasHapus
  14. Dik Rochmad S, silahkan buka di email anda , smoga data pendukung yang saya kirim bermanfaat ya, salam

    BalasHapus
  15. Maaf pak saya juga minta file nya boleh. . Saya radiografer Di RSUD dumai.
    Nama Alhaj saidi
    Instansi RSUD dumai - Riau
    Status tenaga honorer. Saya mau mengajukan tbr . Bisa kirim file nya di
    alhaj_saidi@yahoo.com

    BalasHapus
  16. Dik Alhaj Saidi yang dikasihi Allah, email untuk anda beserta lampiran lengkap sudah saya kirimkan , smoga perjuangan membuahkan hasil, percaya saja untuk niat baik Allah beserta anda, salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya zuzu dr RS Satya Negara jkt. mau minta file y jg pa. bisa tlg diemail ke zutarti@gmail.com...tks atas bantuan y pa

      Hapus
  17. Dik Zuzu, file yang anda butuhkan sudah saya kirimkan ya via zutarti@gmail.com, smoga manfaat dan selamat berjuang, Allah beserta anda

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih support & referensinya pa...sangat membantu perjuangan kami..

      Hapus
  18. saya Angga. dari RS. Krakatau Medika Cilegon. mas boleh minta surat edarannya juga mas
    xraygrapher@gmail.com

    BalasHapus
  19. Sudah saya kirimkan via email anda dik Angga, selamat berjuang. Allah Bless You

    BalasHapus
  20. sangat membantu sekali pak. Terimakasih Banyak.

    BalasHapus
  21. Terimakasih banyak pak berto. Email sudah saya terima. semoga pengajuan ke RS nya berhasil

    BalasHapus
  22. Mas boleh minta surat edarannya juga email saya ....bimajawa00@gmail.com terima kasih sblmnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti boleh dunk, Mas Bima dari RS mana ? infoin yang jelas ya,TQ

      Hapus
  23. Saya indra ..dari RSUD abdul aziz singkawang kal-bar..
    Saya mau minta file surat edaranya juga pak..

    Email saya = sahabatvostal58@ yahoo.com
    Sblum ny terimakasih.

    BalasHapus
  24. Saya indra ..dari RSUD abdul aziz singkawang kal-bar..
    Saya mau minta file surat edaranya juga pak..

    Email saya = sahabatvostal58@ yahoo.com
    Sblum ny terimakasih.

    BalasHapus
  25. Dik Indra sudah saya kirimkan ya, smoga manfaat

    BalasHapus
  26. Assalamu'alaikum Wr. Wb.
    TS Pak B Sumedi yang terhormat. Salam Kenal, saya Farid dari RS.Haji Jakarta. Mohon bantuan dan kesediaan bapak untukl dapat mengirimkan file softcopy SK TBR terbaru 2014 dan Surat Edaran Departemen Kesehatan RI tertanggal 12 April 1999 No. HK.OO.SJ.SE.V.0822 via email saya: fitrie_hpa@yahoo.com untuk keperluan pengajuan penyetaraan nilai TBR. Trims sebelumnya. Wassalam

    Salam Hormat,
    Farid

    BalasHapus
  27. Dik Farud salam kenal kembali, permintaan lengkap sudah saya kirim via email, semoga manfaat, Salam

    BalasHapus
  28. Salam kenal pak Bertold Sumedi, saya radiografer dari padang. Mohon bantuan dan kesediaan bapak buat ngirimin saya file tentang TBR terbaru dan SE nya pak. Terimakasih sebelumnya pak

    BalasHapus
  29. Salam kenal kembali dik Foby Gutama, saya bersedia bantu ngirim apa yang anda inginkan khoq jika ada alamat email atau alamat lainnya, oooh iya anda kerja di RS atau ??

    BalasHapus
  30. Saya Hartono dari RSUD Kardinah.
    Saya mau minta file surat edaranya juga pak..

    Email saya = nabiloktober@ gmail.com
    terimakasih sebelumnya pak.
    Balas

    BalasHapus
  31. Salam kenal dik Hartono, permintaan sudah saya kirimkan via email ya. Selamat berjuang, Allah beserta anda

    BalasHapus
    Balasan
    1. trimakasih banyak Pak, email sudah diterima.

      Hapus
  32. Salam kenal juga untuk dik Iva Sardana dari RS Pupuk Kaltim, email sudah saya kirimkan sesuai permintaan anda, selamat berjuang ya

    BalasHapus
  33. Teman - teman dan juga adik-adik yg minta dikirim file yg berhubungan dengan tulisan diatas agar mencantumkan nama instansi dan alamat email dan jika sudah menerima kiriman file mohon bisa komentar di blog ini juga, terimakasih

    BalasHapus
  34. Assalamu'alaikum Wr. Wb.
    TS Pak B Sumedi yang terhormat. Salam Kenal, saya ivan rahman dari RS kanker Dharmais jakarta. Mohon bantuan dan kesediaan bapak untukl dapat mengirimkan file softcopy SK TBR Surat Edaran Departemen Kesehatan RI tertanggal 12 April 1999 No. HK.OO.SJ.SE.V.0822 tntg pmberian TBR via email saya: ivan.rahman44@yahoo.com untuk keperluan pengajuan TBR kpd dirut RS untuk tenaga honor. Karna slma ini blm ada pmberian TBR untk tnga honor radiografer. Trims sebelumnya. Wassalam

    Salam Hormat,
    Ivan rahman

    BalasHapus
  35. Selamat atas prnkahan bg foby gutama.. sdh lm tdk brtmu.. semoga mnjadi keluarga yang bahagia..

    BalasHapus
  36. Trma kasih bpk B Sumedi, email dri bapak sdh sya terima.

    BalasHapus
  37. Salam kenal juga dik Ivan, semoga apa yang ada dan dibutuhkan dapat bermanfaat, saya sudah kirim via email juga alamat WA untuk diskusi lebih lanjut, selamat berjuang

    BalasHapus
  38. pagi pa saya Rama dari Bandung mau minta softcopy undang2 pengajuan TBR pa
    email saya ramaxray0609@gmail.com

    BalasHapus
  39. Salam kenal kembali dik Rama, silahkan buka email anda ya permintaan sudah saya penuhi, oooh ya mengenai makanan tambahan dipersilahkan melihat pada tulisan di blog ini juga tertanggal 29 Januari 2014. Jika akan kontak personal nomer WA saya sudah ada diemail yang tadi, selamat berjuang

    BalasHapus
  40. nama saya dewa pak dari RS Budi Agung Palu Sulteng, boleh saya minta filenya juga, alamat email saya dewajulyanto@gmail.com
    Mhon bantuannya pak.. Lg berjuang buat tbr juga di swasta. Terima kasih.

    BalasHapus
  41. Salam kenal kembali dik Dewa Julyanto,permintaannya sudah saya kirim ya. Semoga manfaat dan selamat berjuang, salam buat teman - teman radiografer di Palu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke pak.. Makasih banyak.. Kalo mau tanya tanya seputar informasi gitu.. Boleh langsung email ke bapak kan?

      Hapus
    2. Emailnya sudah saya terima pak.. Makasih banyak.. :)

      Hapus
    3. Emailnya sudah saya terima pak.. Makasih banyak.. :)

      Hapus
  42. Silahkan email apa yang perlu saya bantu, salam

    BalasHapus
  43. Nama saya risman eko pak dari malang... mohon kiranya minta file yang terkait pak.....terima kasih pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Email : rismanhariyanto@gmail.com

      Hapus
  44. Nama saya nani dr RS tanah Abang, mau tanya pak kalo uraian yg non PNS ada gak pak

    BalasHapus
  45. Dik Nani, coba baca yang cermat lagi ya, pembahasan pada paragraf-paragraf terakhir itu khan membahas ttg radiografer swasta yang bisa disetarakan dengan yang non PNS, jika masih bingung silahkan tinggalkan alamat emailnya di blog ini nanti saya jelaskan detail supaya lebih mengerti, salam

    BalasHapus
  46. siang pak...salam sejawat...sya dari Rs lampung pak ...gmna pak yg honor pak ya bisa di pakek gfk perpu nya pak...mksih

    BalasHapus
  47. selamat siang juga Pasya Yudi , maaf sangat terlambat menjawab untuk karyawan honor menyesuaikan dengan aturan yang telah disepakati pada saat karyawan menyetujui untuk menerima jenis dan klausul pekerjaan yang telah diterimannya termasuk aturan ynag menyangkut masalah TBR ataupun tunjangan lainnya. Untuk aturan pemberian TBR mungkin belum ada pada saat karyawan masih honor karena biasanya akan diberika pada saat karyawan sudah menjadi karyawan tetap atau diangkat menjadi PNS.

    BalasHapus
  48. Pak B Sumedi, boleh minta tolong untuk di share juga pak, saya wahyu email saya kurniawan_wahyu27@yahoo.com, terimakasih banyak pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Kurniawan membutuhkan yang apa ya mas ? saya kurang jelas yang dimaksud, terimakasih

      Hapus
  49. Saya Frigas aldyansyah dari RS William booth surabaya. pak saya boleh minta file terkait, untuk pengajuan TBR. Terima kasih
    alamat email : Frigasaldyansyah011310313052@gmail.com

    BalasHapus
  50. Saya Frigas aldyansyah dari RS William booth surabaya. pak saya boleh minta file terkait, untuk pengajuan TBR. Terima kasih
    alamat email : Frigasaldyansyah011310313052@gmail.com

    BalasHapus
  51. selamat siang pak...saya ingin mengajukan TBR di rumah sakit swasta tempat saya bekerja...saya bekerja d sebagai perawat di ruang kateterisasi jantung sejak januari 2012, hingga sekarang di slip gaji saya tidak muncul Tunjangan Bahaya Radiasi dan saya ingin mengajukannya..mohon di email ke janniespandiastono@yahoo.co.id untuk dasar hukumnya..terimakasih banyak pak

    BalasHapus
  52. Maaf pak saya juga minta file nya boleh. . Saya radiografer Di RSUD Belitung Timur Kep.Bangka-Belitung.
    Nama Darmawati
    Instansi RSUD Belitung Timur
    Status tenaga honorer. Saya mau mengajukan tbr . Bisa kirim file nya di
    darmaradel@gmail.com
    Terimakasih

    BalasHapus
  53. nama saya Triyadi pak Bertold Sumedi dari RS PKU MUHAMMADIYAH SKH boleh saya minta filenya juga, alamat email saya triyadi1794@gmail.com...Terimakasih

    BalasHapus
  54. Mas..minta filenya juga donk..o iya..sya mau tanya..kalo TBR utk perawat dan operator ESWL ada gak??sya butuh referensi untuk di RS. Karena di jayapura baru ada sekarang alatnya.trimakasih

    BalasHapus
  55. Mas..minta filenya juga donk..o iya..sya mau tanya..kalo TBR utk perawat dan operator ESWL ada gak??sya butuh referensi untuk di RS. Karena di jayapura baru ada sekarang alatnya.trimakasih

    BalasHapus
  56. assalamulaikum saya aditya danu gautama dari rsud kota banjar, boleh minta file file yang mendukung pengajuan tbr pak? email saya adityadanugautama@gmail.com
    terimaksih

    BalasHapus
  57. Assalamu'alaikum Wr. Wb.
    TS Pak B Sumedi yang terhormat. Salam Kenal, saya Andriana Distia dari RSU Putri Bidadari Langkat. Mohon bantuan dan kesediaan bapak untuk dapat mengirimkan file softcopy SK TBR Surat Edaran Departemen Kesehatan RI tertanggal 12 April 1999 No. HK.OO.SJ.SE.V.0822 tentang pmberian TBR via email saya: rsupb.radiologi@gmail.com untuk keperluan pengajuan TBR kepada dirut RS untuk tenaga swasta. Karna selama ini blm ada pemberian TBR untk tnga swasta radiografer. Trims sebelumnya. Wassalam

    Salam Hormat,
    Andriana Distia

    BalasHapus
  58. Salam kenal,
    Saya Moh. Shofi pekerja radiasi honorer di Loka Pengamanan Fasilitas Kesehatan Surakarta. Mohon bantuan dan kesediaan bapak untuk dapat meneruskan Surat Edaran Departemen Kesehatan RI tertanggal 12 April 1999 No. HK.OO.SJ.SE.V.0822 ke email saya mohshofi30@gmail.com, agar kami mendapatkan hak yang semestinya kami dapatkan. Atas kesedian bapak kami sampaikan Terima Kasih.

    Ttd

    Moh. Shofi

    BalasHapus